Jumat, 27 April 2018

PEMUSNAHAN ALAT-ALAT LABORATORIUM


PEMUSNAHAN ALAT LABORATORIUM
Alat yang telah rusak dan tidak dapat dipakai lagi didata kemudian dipisahkan alat gelas dan non gelas.
A.   Alat gelas : dimusnahkan dengan cara dibakar.
B.    Alat non gelas : dimusnahkan dengan cara dibakar

Pada artikel ini akan di jelaskan cara pemusnahan alat non gelas. Alat yang dimusnahkan disini yaitu jarum suntik.
Pemusnahan jarum suntik dengan Alat needle destroyer

needle destroyer



mesin incinerator

Alat needle destroyer ini merupakan alat yang berfungsi untuk menghancurkan/meleburkan jarum suntik dengan cara cepat, mudah dan aman. Alat needle destroyer ini biasa digunakan di laboratorium dengan cara memasukkan jarum ke alat needle destroyer ini dan akan dipanaskan dengan suhu tinggi sehingga membuat jarum suntik menjadi meleleh dan hancur. Akan ada beberapa percikan listrik yang normal selama pelelehan dengan alat penghancur jarum suntik ini, didalam prosesnya itu terdapat indikator sebagai petunjuk proses lanjutannya. karena jarum suntik merupakan barang yang sangat berbahaya apabila dibuang sembarangan, jadi dengan alat ini jarum suntik diubah menjadi cair/hancur sehingga akan lebih aman untuk dibuang dimana saja.
 
setelah jarum suntiknya hancur, maka tabung suntik tersebut di musnahkan dengan menggunakan mesin incinerator untuk proses pembakaran.
Berikut ini vidio tutorial cara menghancurkan jarum suntik dengan alat needle destroyer







Dari artikel diatas, adapun yang ingin penulis tanyakan yaitu :
1.  Selain kedua cara diatas, adakah cara lain yang bisa digunakan dalam pemusnahan alat di lab ? jika ada tolong jelaskan !
2.  Siapakah yang terlibat dalam pemusnahan alat-alat di lab ?










Rabu, 18 April 2018

KETERAMPILAN DASAR DALAM LABORATORIUM


Keterampilan Dasar Sebelum Praktikum

Terdapat 9 keterampilan dasar sebelum melaksanakan praktikum. Namun pada artikel ini hanya akan dibahas mengenai  keterampilan dasar dalam Mengetahui Macam-Macam Alat Dalam Laboratorium Beserta cara penggunaan dan Fungsinya. Di sini akan dijelaskan keterampilan dasar dalam 3 penggunaan alat, yaitu gelas Erlenmeyer, corong pisah, dan pembakar spritus.

1.      Mengetahui Kelengkapan Apa Saja Yang Wajib Digunakan Dalam Praktikum (Seperti Jas Lab, Masker, Sarung Tangan, Sepatu Ket, Pelindung muka.

2.      Mengetahui Macam-Macam Alat Dalam Laboratorium Beserta penggunaan dan Fungsinya
1.      Labu Erlenmeyer
Erlenmeyer adalah jenis labu laboratorium yang banyak digunakan. Alat berbentuk kerucut dengan leher silinder dan dasar yang datar ini diambil dari nama “Emil Erlenmeyer”. seorang kimiawan asal jerman.
Fungsi labu erlenmeyer adalah untuk mencampur, mengukur dan menyimpan cairan. Umumnya erlenmeyer terbuat dari kaca borosilikat sehingga tahan ketika dipanaskan. Ukuran labu erlenmeyer bervariasi mulai dari 50 – 500 ml. Dalam laboratorium mikrobiologi alat lab ini digunakan untuk membantu proses pembiakan mikroba.



Berikut ini adalah vidio tutorial cara menggunakan gelas erlenmeyer


2.      Corong Pisah
Peralatan laboratorium berbentuk kerucut dengan tutup setengah bola ini biasanya digunakan dalam proses ekstraksi cair. Yaitu proses memisahkan komponen-komponen fase pelarut dengan densitas yang berbeda.
Corong pisah atau corong pemisah memiliki bagian penyumbat di atasnya dan keran dibawahnya. Alat lab kimia ini dibuat dari kaca borosilikat. Sedangkan kerannya terbuat dari teflon ataupun kaca.


 Berikut ini adalah vidio tutorial cara menggunakan corong pisah



3.      Pembakar spritus

Fungsi pembakar spiritus adalah untuk memanasi larutan atau membakar zat proses percobaan kimia.

Pembakar spritus terbuat dari kaca jenis soda kapur dan Ukurannya 100 ml. 

Berikut ini adalah vidio tutorial cara menggunakan pembakar spritus.


3.      Mengetahui Zat-Zat Kuat Yang Dapat Membahayakan Tubuh

4.   Pemberian Label Alat dan Bahan

5.      Menguasai Konsep/ Teori Dasar Mengenai Praktikum

6.      Mengetahui Prosedur Yang Akan Dilakukan Dalam Praktikum

7.     Mengetahui Cara Penggunaan Alat Dalam Laboratorium

8.   Mengetahui Cara Mensterilkan Atau Mengkalibrasi Alat-Alat Dalam Laboratorium

9.   Dapat mengetetahui dasar-dasar keselamatan kerja dalam melaksanakan praktikum


Dari artikel diatas, ada beberapa hal yang ingin penulis tanyakan yaitu :
1.      Apakah akan berjalan efektif dan efisien, jika praktikan tidak memiliki keterampilan dasar dalam kerja di laboratorium ?
2.      Selain point point yang telah di cantumkan diatas, adakah point point lain yang terdapat dalam persiapan (keterampilan dasar sebelum bekerja) ? jika ada tolong jelaskan !


             













Minggu, 01 April 2018

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DI LABORATORIUM



FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DI LABORATORIUM

Fungsi Manajemen Laboratorium adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengkoordinasi, dan mengendalikan.
Fungsi-fungsi manajemen dari manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penempatan, pengkoordinasian, dan pengontrolan.
1.     Perencanaan (planning)
Salah satu dari fungsi manajemen yaitu perencanaan atau planning yang merupakan kegiatan untuk membuat tujuan dari sebuah perusahaan dengan beberapa rencana untuk mendapatkan tujuan.
Perencanaan adalah cara terbaik untuk mengejar dan membuat tujuan perusahaan agar mampu teraih dengan baik. Karena memang tanpa adanya perencanaan fungsi manajemen tak dapat berjalan.
Tugas dari perencanaan antara lain :
1)    Membuat target
2)   Membuat rencana kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian target
3)   Mengatur urutan pelaksanaan
4)   Menyusun anggaran biaya
5)   Membuat SOP mengenai pelaksanaan pekerjaan

2.    Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah membagi kegiatan besar menjadi kegiatan kecil. Caranya dengan membagi setiap tugas supaya bisa secara mudah meraih tujuan dari sebuah perusahaan.
Kegiatan menghubungkan serta mengatur pekerjaan dapat dilaksanakan dengan secara efisien dan efektif dengan cara sebagai berikut:
1)    Desain struktur organisasi
2)   Tentukan job description setiap jabatan untuk meraih sasaran organisasi
3)   Mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, menetapkan tanggung jawab dari hasil yang sudah dicapai
4)   Membedakan antara atasan dan staff

3.    Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah tindakan dan upaya supaya semua anggota kelompok bisa berusaha untuk mendapatkan tujuan yang telah sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Proses implementasi sebuah program supaya mampu dilakukan oleh seluruh pihak dalam organisasi tersebut. Selain itu juga dapat memotivasi seluruh pihak supaya dapat melaksanakan tanggung jawab dan penuh kesadaran.
Fungsi pengarahan dan implementasi mempunyai tugas sebagai berikut:
1)    Mengimplementasikan sebuah proses pembimbingan, kepemimpinan, dan pemberian motivasi bagi tenaga kerja
2)   Memberikan tugas yang teratur mengenai pekerjaan
3)   Menjelaskan kebijakan yang sudah ditetapkan

4.    Penempatan (Staffing)
Penempatan tak jauh beda dengan pengorganisasian tetapi untuk staffing lebih luas. Jika organizing lebih ke manajemen SDA (Sumber Daya manusia). Nah sedangkan untuk penempatan tertuju pada sumber daya secara umum. Contohnya peralatan yang dimiliki

5.    Mengkoordinasi (Coordinating)
Mengkoordinasi adalah fungsi yang bertujuan demi meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja, membuat lingkungan kerja menjadi sehat, nyaman, dinamis, dll. Fungsi ini dilakukan oleh seorang manajer. Jadi, manajer mempunyai fungsi utama dalam mengkoordinasi bawahannya agar dapat meningkatkan kinerjanya.

6.    Mengontrol (Controlling)
Mengontrol merupakan fungsi terakhir manajemen. Setelah semua fungsi dilakukan maka langkah yang terakhir yaitu mengontrolnya. Dalam fungsi ini ada beberapa elemen penting, misalnya evaluasi serta membuat kebijakan baru.
Fungsi mengontrol cukup penting agar kinerja orang-orang tidak menurun, paling tidak masih dalam batas standard, dan bagusnya adalah dapat meningkat.

Dari artikel yang sudah di paparkan, maka penulis ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan artikel tersebut. Adapun pertanyaannya yaitu :
1.     Kita ketahui bahwa ada beberapa fungsi-fungsi manajemen laboratorium. Jika salah satu ataupun beberapa fungsi tersebut tidak terlaksana sebagaimana mestinya, apakah yang akan terjadi dan bagaimana cara kita mengatasinya ?
2.    Apakah fungsi-fungsi manajemen di setiap laboratorium itu sama ?