System
manajemen mutu laboratorium IPA
Sistem
manajemen mutu dapat didefinisikan sebagai "kegiatan yang terkoordinasi
untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dengan memperhatikan mutu".
Definisi ini digunakan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO)
dan oleh Klinis dan Institut Standar Laboratorium (CLSI). Kedua kelompok ini
diakui secara Internasional oleh organisasi standar laboratorium. Dalam sistem
manajemen mutu, semua aspek operasi laboratorium, termasuk struktur organisasi,
proses dan prosedur, memerlukan jaminan kualitas.
Kompleksitas proses laboratorium
Ada
banyak prosedur dan proses yang dilakukan di laboratorium, dan masing-masing
harus dilakukan dengan benar untuk menjamin keakuratan dan kehandalan
pengujian. Sebuah kesalahan dalam setiap bagian dari proses dapat menghasilkan
kelemahan hasil laboratorium. Sebuah metode dibutuhkan dalam mendeteksi
kesalahan pada setiap tahap pengujian agar kualitasnya dapat dipercaya.
Sistem manajemen mutu untuk semua proses
Kompleksitas
dari sistem laboratorium mensyaratkan bahwa banyak faktor yang harus diterapkan
untuk menjamin mutu di laboratorium. Beberapa faktor tersebut antara lain :
Ø lingkungan
laboratorium
Ø prosedur
pengendalian mutu
Ø komunikasi
Ø pencatatan
Ø kecakapan
dan staf yang berpengalaman
Ø alat dan
bahan yang berkualitas.
Sekilas tentang model sistem manajemen mutu
Ketika
semua prosedur laboratorium dan proses tersebut akan disusun dalam struktur
yang dapat dimengerti dan diterapkan, kesempatan untuk memastikan bahwa semua
dikelola dengan baik juga meningkat. Model mutu di sini digunakan untuk
mengatur semua kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem mutu yang penting.
Sistem mutu yang penting ini adalah seperangkat dari kegiatan yang
dikordinasikan yang berfungsi seperti balok bangunan untuk manajemen mutu.
Masing-masing harus diatasi jika peningkatan kualitas laboratorium secara
keseluruhan yang ingin dicapai. Model sistem manajemen dikembangkan oleh CLSI,
dan sepenuhnya sesuai dengan standar ISO.
Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA
1.
Organisasi
Laboratorium
Laboratorium
memiliki struktur organisasi yang setiap anggotanya memiliki tugas pokok dan
fungsi masing-masing. Kepala sekolah dalam organisasi laboratorium memiliki
tugas dan fungsi sebagai penanggungjawab. Kepala sekolah dan kepala
laboratorium memiliki hubungan hierarki dalam struktur organisasi laboratorium.
Dalam struktur organisasi laboratorium juga ada teknisi dan laboran yang
masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi dalam laboratorium.
2.
Personal
Aspek
personal dalam manajemen mutu berkaitan dengan kompetensi dari setiap tenaga
yang ada di laboratorium. Kompetensi yang harus dimiliki setiap kepala
laboratorium, teknisi, dan laboran mengacu pada standar pemerintah No. 26 Tahun
2008. Adapun kompetensi yang harus dimiliki antara lain:
Ø kompetensi
kepribadian
Ø kompetensi
sosial
Ø kompetensi
manajerial
Ø kompetensi
administratif
Ø kompetensi
profesional
3.
Equipment
Equipment
dimaksud disini adalah peralatan yang ada di laboratorium. Adapun peralatan di
laboratorium yaitu tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes, pengaduk, gelas
ukur, spiritus, dan segala alat yang biasa dipakai dalam praktikum.
4.
Information
management
Informasi
dibedakan berdasarkan sifatnya ada 2 yaitu akuntabilitas dan responsibilitas.
Informasi yang bersifat akuntabilitas adalah informasi yang arahnya vertikal
(keatas). Informasi yang bersifat akuntabilitas dapat dikatakan administratif.
Informasi yang bersifat responsibilitas adalah informasi yang arahnya
horizontal (kiri-kanan dan bawah). Informasi yang responsibilitas ini dapat
dikatakan bersama. Saat memanajemen informasi yang ada di laboratorium harus
bisa membedakan antara informasi yang bisa dibagikan ke publik dengan informasi
yang tidak bisa dibagikan ke publik. Sebagai contoh, kita tidak boleh
memberitahukan informasi tentang dimana membeli zat-zat kimia yang sifatnya
terlarang karena dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan
kriminal. Selain itu, kita sebaiknya melaporkan aliran dana yang ada di
laboratorium kepada anggota organisasi laboratorium saja.
5.
Proses
Pengendalian
Proses
pengendalian lebih menekankan pada penggunaan bahan yang berbahaya terhadap
praktikum terutama limbah. Setiap laboratorium harus memiliki tempat pembuangan
limbah hasil praktikum. Sebaiknya limbah dibuang di tempat sampah yang
berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar tidak terjadi kontaminasi ataupun
kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan orang-orang yang ada di
laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang berbahaya dalam praktikum sebaiknya
diganti dengan bahan yang lebih aman bagi keselamatan praktikan akan tetapi
fungsinya sama.
6.
Purchasing
and Inventory
Sebelum
membeli barang untuk laboratorium sebaiknya di data dahulu alat dan bahan yang
ada di laboratorium. Alat dan bahan yang ada dicek kelayakannya dan jumlahnya.
Apabila stok alat atau bahan tinggal sedikit sebaiknya cepat-cepat dibeli atau
dipesan sebelum praktikum dilaksanakan agar tidak menghambat keterlaksanaan
praktikum. Inventarisasi alat dan bahan harus terus dilakukan dan dicatat
sebagai laporan kepada kepala laboratorium. Inventarisasi yang baik dapat
menunjang kemajuan laboratorium.
7.
Document
and Record
Dokumen
yang ada di laboratorium meliputi berita acara serta dokumen-dokumen kegiatan
yang ada di laboratorium. Perekaman berkaitan dengan alat yang dipakai di
laboratorium. Setiap kegiatan di laboratorium harus terdokumentasi dengan baik
sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola laboratorium.
8.
Occurred
Management
Manajemen
terkait penyimpangan di laboratorium ditekankan pada antisipasi. Keamanan dan
keselamatan di laboratorium harus dibuat standar operasional prosedur (SOP).
9.
Assesment
Penilaian
merupakan target ketercapaian untuk setiap jenis layanan yang ada di
laboratorium. Setiap kegiatan yang ada di laboratorium haruslah dievaluasi atau
dimonitoring.
10.
Facility
and Safety
Fasilitas
yang mendukung keselamatan kerja di laboratorium antara lain: ventilasi, lemari
asam, alat pemadam kebakaran, aliran listrik, aliran air, dan sebagainya.
Selain itu, gunakanlah baju lab, masker dan sarung tangan saat praktikum guna
perlindungan diri dari bahaya zat ataupun alat.
11.
Customer
service
Kerja
customer service adalah piket terhadap kebersihan dan pelayanan yang ada di
laboratorium. Sekolah yang laboratoriumnya tidak memiliki customer service bisa
meminta siswa untuk membantu saat ada praktikum akan tetapi tidak mengganggu
aktivitas belajar siswa tersebut.
12.
Process
improvement
Proses
kemajuan terhadap laboratorium dapat dilakukan dengan cara merefleksi setiap
kegiatan yang ada di laboratorium. Refleksi ini sangat penting dilakukan guna
kemajuan laboratorium. Tanamkanlah prinsip: Hari ini lebih baik dari hari
kemarin
Pertanyaan :
1. Apa saja
factor kompleksitas dari sistem laboratorium yang harus diterapkan untuk
menjamin mutu di laboratorium ?
2. Hal-hal
apa saja yang harus menjadi bagian dari fasilitas manajemen dan keselamatan di
laboratorium ?
3. Bagaimanakah
cara Meminimalisir kesalahan laboratorium ?